10 Hari Ramadhan, KPI Tegur TransTV dan RCTI
JAKARTA, ER.com – Baru sepuluh hari puasa, Komisi Penyiaran Indonesia sudah menemukan sejumlah tayangan televisi yang melanggar ketentuan.
“Acara Waktunya Kita Sahur di TransTV dan Sahur Kampung Bejo di RCTI,” kata Komisioner KPI bidang Isi Siaran, Nina Armando, seperti yang dilansir Tempo, Minggu (29/7).
Nina mengatakan, KPI sudah melayangkan peringatan tertulis kepada kedua televisi nasional itu. Untuk TransTV, surat peringatan telah dikirim pada tanggal 25 Juli 2012, sementara RCTI sehari setelah itu.
KPI juga melayangkan surat peringatan kepada seluruh stasiun televisi untuk tidak menayangkan iklan French Fries 2000.
KPI menilai iklan itu tidak memperhatikan perlindungan kepada anak-anak dan remaja, serta pelarangan muatan seksual.
Dalam iklan tersebut ditemukan penayangan adegan seorang wanita berbaju merah yang menggunakan pakaian yang cukup terbuka di bagian dada, sehingga belahan dadanya terlihat jelas.
KPI Pusat mengimbau kepada seluruh lembaga penyiaran yang masih dan atau akan menayangkan iklan tersebut untuk segera melakukan perbaikan, dengan mengedit bagian yang dimaksud.
Sementara pada acara Sahur Kampung Bejo yang ditayangkan tanggal 21 dan 22 Juli 2012 mulai pukul 02.43 WIB, KPI menganggap ada adegan yang melecehkan orang dan atau masyarakat dengan kondisi fisik tertentu serta pelanggaran terhadap norma kesopanan dan kesusilaan.
Adegan yang dimaksud, misalnya, ketika anggota dewan, Eko Patrio, yang menjuluki lawan mainnya, Mulu, dengan sebutan “gosokan ayam-ayaman”.
Serupa dengan Sahur Kampung Bejo, Waktunya Kita Sahur di TransTV juga menayangkan adegan yang melecehkan orang dengan kondisi fisik tertentu serta melanggar norma kesopanan dan kesusilaan.
Tayangan tersebut disiarkan tanggal 21 dan 22 Juli 2012.
KPI pusat telah memutuskan bahwa tindakan yang dilakukan pengisi acara dalam kedua program tersebut bertentangan dengan Pedoman Perilaku Penyiaran (P3) serta Standar Program Siaran (SPS).
Nina mengatakan, KPI akan tetap mengerahkan 50 orang untuk mengawasi sebelas televisi swasta. Ia juga berencana bertemu dengan Majelis Ulama Indonesia dan Kementerian Komunikasi dan Informatika untuk menyampaikan hasil pengawasan KPI selama Ramadan ini.
“Paling lambat minggu depan,” kata dosen Universitas Indonesia ini. (tempo)










