SEMALAM DI SEMARANG

647

Mentari yang terik membuat keringat berkucuran di siang itu, tak lama kemudian mendung yang gelap perlahan namun pasti menyusup di langit yang biru, siap menghamburkan ribuan butir hujan ke bumi. Gelapnya langit bak hati Gondra yang di landa rindu pada kekasihnya yang telah sepekan ini dia tinggalkan di kota kesayangannya yaitu kota Giyombong, meski hanya sepekan namun serasa begitu sangat lama bagi seorang lelaki yang sedang di mabuk cinta dan asmara.

“hhm andaikan pekerjaan ini cepat selesai”  gumam hatinya yang merasa pekerjaannya tak kunjung selesai di kota B, belum lepas dari lamunannya dering HP bergemuruh memecah kebisuan dalam lamunan, satu pesan masuk dari  sohibnya di seberang sana.

“ Bro , bisa apa ga kalau sekarang kamu ke semarang??” isi pesan tersebut

Di bacanya dengan seksama sms itu, sambil berfikir dan memilih antara iya dan tidak untuk pergi ke semarang

” uuuh kalau Aku ke semarang jadi tambah panjang Aku meninggalkanmu sayang” suara dalam hatinya bergejolak penuh kebimbangan.

Beberapa saat merenung Gondrapun memutusakan untuk ke semarang, di carinya agen travel di kota itu , dengan Supra X Gondra meluncur menyusuri jalanan kota Banjarnegara yang sedikit lembab setelah di guyur hujan lebat.

“Dimana Agen travelnya?’ Tanya Gondra ke adik sohibnya itu

“terus aja jalan,itu yang ada tulisan agen travel”

“Ak kira jauh dari rumah jadi bisa sekalian jalan-jalan” bisiknya dalam lamunan

Gondra turun dengan lagaknya yang sok-sokan itu menuju ke agen travel

“Mba ada travel yang ke semarang, kira-kira berangkat jam berapa ya?” Tanya Gondra

“ada Mas, boleh tau nama dan alamatnya?

“ya , ini namaku Gondra Gombong alamtku di Jl.Ki Jagapati Krandegan”

“nomer hapenya” Tanya pekerja di agen tersebut

“ini Mba 087737784796”jawab Gondra, dalam fikirannya berkecamuk harapan ” Mudah mudahan ada jadi bisa mencicipi travel untuk yang kedua kalianya, setelah dulu dari kota Cikampek pernah naik Travel ke kota Banjarnegara.

“ Mas travel yang ke semarang udah penuh,”

“ waduh, apa ga bisa cari yang lain Mba?” tanya Gondra kebingungan

“ ga bisa Mas, semua udah penuh

“ Ok makasih Mba”

“Sama –sama”

Di pencat pencet hape butut itu, lalau nyahut juga yang di telfon” udah kedinginan malah travel udah penuh semua” memendam kebencian dengan penuhnya travel itu.

“ Hallo Bro, bagaimana? Jawab sohibnya

“ Bro travel yang ke semarang udah penuh semua Bro”

“ ya udah coba kamu contac lewat Telfon rumah ke CS Telkom”

“Ok , Bro nanti tak contac”

Emang hari itu Gondra terlalu sore untuk pesen Travel, salah temen sendiri kasih kabar untuk pergi ke semarang udah telat dan mendadak gini.

” Di… Adi…, kita pulang , udah penuh semua travelnya” ajaknya ke Adi, nama adik sohibny itu,sesampai di rumah langsung menyambar Telfon rumah,di hubunginya CS telkom, setelah babibu ngobrol dengan agen travel, raut mukanya lesu karena semua travel telah penuh, ada juga untuk hari esok, padahal harus berangkat sekarang.

Beberapa saat menunggu, HP berdering kencang, satu panggilan dari seberang, Gondrapun di suruh untuk segera ke semarang dengan naik bus, iapun pamitan ke Ibu temennya itu, rencananya sekalian balik ke kota Giyombong, sebab rasa rindu pada kekasihnya itu yang sudah kronis memuncak sampai ke ubun-ubun,namun tak di perbolaehkan oleh ibu temennya itu.

” dari pada kelamaan mending Ak anter aja ke terminal” ajak ibu temennya, nyampe ke terminal langsung masuk dan nyari Bis yang ke semarang, Tanya ke petugas suruh tunggu di sebelah utara

Tak lama bus yang di nanti datang, walaupun agak sedikit usang tapi tak apalah dari pada tak sampai ke semarang,sebenarnya mau nyari bis yang sedikit bagus dan ber AC, dengan sedikit kedinginan akibat hujan, ia pun naik dan duduk di sebalah orang setengah tua yang sepertinya PNS.

“Mas mau ke mana? Tanya orang itu

“ mau ke semarang Pak”

“ngajar apa di sana?

“ngga ngajar,Cuma mau main aja” jawab gondra dengan senyum manisnya

Tampang kaya gini ngajar, emang dulu pernah ngajar di SMK, namun semua itu sudah jadi kenangan, kini dengan kehidupan yang belum menentu dan pekerjaan juga ga tentu.

Pemandangan sepanjang jalan Banjarnegara ke Temanggung begitu eksotik dengan hawa dingin yang menysup ke sekujur tubuh, menusuk tulang belulang dari seorang pria yang sedang kesepian, matannya tertuju pada perkebunan teh yang terhampar luas di antara gunung sindoro dan sumbing, dengan jalanan yang berkelok-kelok.

Mata yang mengantuk akibat begadang membuat ia tertidur dengan nikmatnya di dalam bis maju makmur dengan tariff 25 ribu rupiah itu, bangun dari mimpi yang kurang enak akibat goncangan bis, rupanya malam telah menyambut, di lihat kanan dan kiri penuh dengan lampu-lampu panghias kota yang ternyata telah sampai di kota Ambarawa. Tak di sadari telah duduk seorang bapak dengan wajah sedikit seram bak aparat kepolisisan

“Pak ini udah nyampai mana ya?” Tanya gondra

Bapak itu menjawab dengan santainya” udah di karang jati”

“ kalau ke banyumanik masih lama ya pak?

“ sekitar satu jam lagi” timpal bapak itu

Setelah satu jam akhirnya bis berhenti di terminal banyumanik, Gondra turun dengan perasaan gembira sebab niatnya untuk menjamah kota semarang menjadi kenyataan.

Kepalanya mulai tengak tengok nyari tukang ojeg, belum juga beberapa lama ada yang newarin ojeg, dan dengan tarif yg sama antara semarang banjar yaitu 25 ribu rupiah, “Ak kira Cuma 10 rb “ rengek gondra dalam hatinya, kota semarang yang ibu kota Jateng itu memang menawan di malam hari dengan ribuan lampu kota yang bersinar terang, sepanjang jalan banyak yang di obrolkan antara Gondra dan tukang ojeg, termasuk jalan tol semarang yang ternyata hanya memliki dua jalur, tak seperti di Jakarta satu arah bisa 3 sampai 4 jalur.

Motor ojeg menyusuri jalan lumayan kencang hingga di depan RS Elisabet Semarang, Gondra turun dengan kebingungan yang menerpa, namun berkat pengalamannya pergi ke sana ke mari, membuat ia yakin kalau nantinya ga mungkin kesasar, sepintas bayangan kekasihnya menggantung di pelupuk mata, mulutnya diam namun hatinya berteriak ingin segera bertemu dengan sang pacar,untuk memecah rasa lapar Gondra pergi ke angkringan untuk makan dan memesan segelas kopi, cukup tertegun setelah membuka bungkusan nasi yang bertuliskan lauk pakai udang, karena di dalamnya hanya ada satu ekor udang untuk lauk” memang bener-bener kaya makanan kucing lauk pakai udang Cuma satu ekor aja, mbok ya di kasih gak banyak” dalam hatinya dia berkata.

Beberapa saat telah berlalu teman yang di suruh njemput datanglah sudah, dan langsung menuju ke tempat kontrakannya, dalam perjalanan tak banyak yang mereka bincangkan karena memang belum akrab dan baru pertama kalinya bertemu, sampailah mereka di kontarakan itu yang lumayan lebar dengan dua kamar yang masing-masing memiliki kasur lantai dengan seperangkat computer lengkap dengan segala aksesorisnya, jam sudah menunjukan pukul 11 malam, rasa ngantuk sudah mengalir di mata, namun bayangan akan kekasihnya tak akan pernah usai dari mimpinya , jam 1 dini hari pun ia bergegas tidur karena esok jam 5.30 harus bangun untuk kembali ke Banjarnegara.

Walaupun hanya semalam di semarang namun rasa senanangnya begitu dalam, bangun pagi dan begegas untuk kembali walau hanya dengan cuci muka tanpa mandi dari kemarin dan bau badan yang menyengat, namun tak sedikitpun membuat rasa PDnya berkurang, emang dasarnya Gondra agak sedikit jorok dan jarang mandi.

Untuk sampai ke terminal banyumanik harus naik bis tiger alias tiga perempat, dengan tarif goceng atau lima ribu rupiah, dan melanjutkan dengan bis ke secang, tiba di terminal secang cukup lama Gondra duduk menunggu bis yang tak kunjung datang, melihat papan penunjuk arah, membuat jantungnya berdetak kencang bagaikan bom nuklir yang dulu mengguncang Hiroshima dan Nagasaki sebab dari papan penunjuk arah itu menunjukkan ke Kecamatan Tegalrejo daerah yang dulu merupakan tempat tinggal mantan kekasihnya yang pertama di kabupaten Magelang. “ huuuh andaikan dia masih di sini, sudah barang tentu aku kakan mampir untuk melepas kangen, walau sudah mantan kekasih namun masih suka kangen walau hanya sebatas teman dan memupuk rasa persaudaraan” fikirnya dalam hati

Memang sejak mantan kekasihnya dulu berhenti kerja dari perusahaan rokok, tak pernah lagi mereka berjumpa, lamunannya sekejap hilang dengan datangnya bis ke wonosobo, Gondrapun naik dan duduk sendiri ,tak seberapa lama bis berjalan masuk 2 orang gadis dengan jilbab yang menawan dan salah satunya duduk di sebelahnya, lumayan cantik wajah gadis ini dengan paras lonjong,hidung mancung, dan lesung pipi yang menambah manis gadis berjilbab ini di banding dengan temannya yang sedikit gendut bagaikan gentong air, keraguan yang menyelimuti dirinya untuk berkenalan terpecahkan sudah setelah memberanikan diri untuk membuka kata-kata dari kamus buaya daratnya.

“Mba mau ke mana?

“ke wonosobo,njenegan sendiri mau ke mana”? jawab gadis itu dengan nada sopan dan ramahnya yang membuat hati gondra sedikit kagum dan menyukainya.

Mungkin kalau dia belum punya kekasih sudah melakukan serangan bertubi-tubi agar gadis itu tertarik padanya, obrolan yang panjang dan sedikit romantic mengantarkan mereka untuk menysuri lebih dalam tentang kehidupannya masing masing, dan di ketahui pula jika gadis itu berasal dari kota Rembang serta masih kuliah semester 2 di STIKES kota Ungaran, walaupun romantic namun tak banyak yang mereka bincangkan karena ternyata gadis ini sedikit pendiam, sampailah mereka di kota Wonosobo dan perpisan itu akan selalu dia kenang sebab gadis itu berpamitan dengan senyum yang manis, senyum yang akan selalu membayang di matanya, perpisahan itu tak terjadi di terminal Wonosobo berbeda dengan yang di fikirkan oleh Gondra, setelah sampai di terminal Wonosobo Gondra langsung berganti bis untuk kembali ke kota Banjarnegara, dengan sejuta bayangan dan kenangan bersama gadis itu, dan dalam benak hatinya selalu berharap dapat di pertemukan kembali dengan gadis itu, walau dia tau itu suatu hal yang tidak mungkin terjadi, karena jarak dan waktu serta hati gondra tak mungkin di berikan pada yang lain, gadis yang selama ini mendampinginya sudah begitu tulusnya mendampingi Gondra, yang membuat hati Gondra luluh, dan akan selalu menjaga cintanya pada kekasih yang tengah di tinggalkannya itu , yang berada di kota Giyombong.

THE END

 

Berlangganan Berita via Email :

Ingin merubah Dunia dengan tetesan tinta pada secari kertas

Baca Juga

610

645