Kuwu Tanjakan Diduga Jual Tanah Urugan Pekerjaan Embung

1682
Proyek Pekerjaan Embung Desa Tanjakan Kecamatan Krangkeng (Poto Ihsan/ Jaya)
Proyek Pekerjaan Embung Desa Tanjakan Kecamatan Krangkeng (Poto Ihsan/ Jaya)

INDRAMAYU,ER – Proyek Pekerjaan Embung Desa Tanjakan Kecamatan Krangkeng Kabupaten Indramayu,  saat ini dalam proses pekerjaan yang dilaksanakan oleh PT. Karya Kita Putra Pertiwi , dengan total  anggaran APBD Propinsi Jawa Barat sebesar Rp.  7,195,434,000, walaupun belum ada kejelasan papan proyeknya, namun sangat disayangkan, kondisi sisa tanah galian pekerjaan embung tersebut, yang semestinya dapat dipergunakan untuk kebutuhan masyarakat dan fasilitas umum secara cuma cuma, telah disalah gunakan oleh Kuwu Desa Tanjakan. Pasalnya ia diduga menjual tanah sisa urugan proyek embung kepada masyarakat diwilayah kecamatan Karangampel dan Kerangkeng tanpa menggunakan prosedur yang jelas.

Hasil investigasi Eksposrakyat dilapangan telah banyak ditemukan bongkaran urugan tanah yang tercecer disepanjang jalan menuju Habib Keling Desa Tanjakan.

Tampak Pengisian Tanah Urugan Siap Edar({Poto Ihsan/Jaya)
Tampak Pengisian Tanah Urugan Siap Edar({Poto Ihsan/Jaya)

Ditemui dirumahnya, H. To salah satu warga Desa Luwunggesik Kecamatan Krangkeng, mengakui bahwa ia telah membeli tanah urugan dari utusannya Kuwu Tanjangan sebesar Rp 130 ribu per ritase dan pihaknya sudah dikirim selama dua hari sejak kemarin.

“Saya membeli tanah ini 130 ribu per ritas dari Kuwu Tanjakan untuk mengurug tanah pekarangan, hari pertama sebanyak 12 rit dan hari kedua 7 rit,”tuturnya.

Pantauan dilokasi pekerjaan tampak 3 excavator dan 12  armada pengangkut tanah yang sudah siap untuk mengirimkan pesenan kepada warga, diperkirakan masing masing armada dapat mengirimkan urugan 15 rit per hari.

Armada angkutan turunkan urugan di desa Luwunggesik(Poto Ihsan/Jaya)
Armada angkutan turunkan urugan di desa Luwunggesik(Poto Ihsan/Jaya)

Kuwu Tanjakan Wadi, ketika dikonfirmasi melalui sambungan telpon seruler,Kamis(19/9)kemarin, membantah jika dirinya telah menjual tanah urugan dari pekerjaan proyek embung tersebut kepada masyarakat, dengan bahasa yang gugup dan terkesan kaget saat dihubungi Eksposrakyat.

“Mangga kelokasi saja supaya kita ngobrol lebih enak, kenapa informasi kegiatan urugan ini sampai ke Indramayu.”tuturnya.

Akibat dari aktifitas hilir mudik kendaraan operasional  urugan tanah, kondisi jalan diwilayah tersebut mengalami kerusakan karena beban jalan yang tidak sesuai peruntukan dan menyebabkan polusi udara yang tidak sehat, hingga berita ini diturunkan belum ada tindakan yang serius dari pihak terkait. **(Ihsan/Jaya)

Kondisi Jalan Desa Tanjakan Rusak dan Polusi Udara(Poto Ihsan/Jaya)
Kondisi Jalan Desa Tanjakan Rusak dan Polusi Udara(Poto Ihsan/Jaya)

 

1. Kepala Biro Indramayu HU. Fajar Cirebon 2. Aktif sebagai penulis di beberapa media 3. Redaktur Eksposrakyat Jaringan Media Online