Diduga Akibat Kelalaian Tim Medis, Aji Jalani Operasi di RS.Cirebon.

1339
Aji Pasien RSUD Indramayu yang Sebelumnya diterlantarkan selama 4 Jam (Poto Ihsan)
Aji sebelumnya Pasien RSUD Indramayu yang harus menjalani operasi di RS. Gunung Djati Cirebon (Poto Ihsan)

INDRAMAYU,(Esksposrakyat) – Aji(23)warga desa Sindang Kecamatan Sindang Indramayu Jabar, usai menjalani perawatan intensif selama enam hari di RSUD Indramayu sejak Senin(14/10)harus menelan butiran pil yang sangat pahit, pasalnya harapan sembuh dari perawatan di RS tersebut, kini harus terus berbaring merasakan sakit disekitar rahang gigi, menurut rencana akan dilakukan operasi di RS Cirebon senin besok.

Informasi yang dapat dihimpun Eksposrakyat menyebutkan, Aji masuk ke RSUD Indramayu pada senin(14/10) setelah menjalani perwatan semala enam hari, Sabtu sore(19/10)atas izin dokter yang menaganinya,  ia diizinkan pulang kerumah, namun kondisinya bukan malah lebih baik,  disekitar rahang gigi masih mengeluh kesakitan, ahirnya pihak keluarga membawa Aji ke spesialis dokter gigi pada  Selasa(22/10)kemarin.

Melalui praktek umum Dr. Fanny di komplek Bumi Patra Indramayu, Aji kemudian diperiksa, namun apa yang terjadi keluarga sempat kaget ketika dokter gigi meminta untuk dilakukan rongten disekitar gigi.

“Bukankah sudah dilakukan rongten di RSUD Indramayu dok ..?” sambut Ipang keluarga pasien.

Atas saran dokter pihak keluarga ahirnya menyetujui untuk dirongten ulang dibagian gigi, dari hasil rongten tersebut didapatai  keretakan disekitar rahang gigi Aji, selanjutnya atas rekomendasi Dr. Fanny pasien harus dirujuk ke spesialis bedah mulut di Cirebon, tidak menyia nyiakan kesempatan, Aji segera dibawanya ke alamat dimaksud yaitu Praktek Umum Apotik Partiwi samping RS. Ciremai melalui penangan Dr. Bambang, setelah dilakukan pemeriksaan oleh dokter bedah gigi, sangat disayangkan kondisi Aji sudah terlambat dan harus menjali operasi di RS Gunung Jati Cirebon.

“Karena kami memiliki fasilitas Askes, maka keluarga menyetujui jika Aji harus dilakukan operasi, namun tetap rujukan itu dikembalikan dari RSUD Indramayu walaupun kondisinya sudah keluar dari penangannya, mengingat fasilitas askes.” Ujar Ipang, pihak keluarga kepada Eksposrakyat.

Pemerhati Sosial dan kesehatan Roby Cahyadi mendengar keluhan dan persoalan yang dihadapi keluarga Aji pihaknya menilai bahwa terdapat proses penangan awal yang terlewatkan oleh tim medis RSUD Indramayu, apalagi penjelasan hasil sceening tidak bisa membaca posisi rahang yang saat ini menjadi luka yang sangat serius.

“Kenapa ketika Tim medis RSUD Indramayu melakukan anamnesa tidak mendeteksi adanya fraktur ditulang wajah bagian rahang atas, hanya melakukan pemeriksaan dibagian luar saja yuang kaitanya luka luka memar diwajah tanpa melakukan rongten dibagian kepala yang berkaitan dengan luka tersebut , padahal dibagian klepala terdapat luka memar akibat benturan cukup serius, tapi itu tidak dilakukan sehingga adanya keretakan dirahang gigi, yang tidak diketahui oleh tim medis RSUD Indramayu dan  mengakibatkan keluhan berkepanjangan,”papar Roby

Kata dia, mendengar keluarga pasien berinisiatif melakukan pengobatan diluar RSUD Indramayu adalah preseden buruk bagi kepercayaan masyarakat terhadap kinerja RSUD Indramayu,  apalagi setelah diketahui dan dilakukan rongten ditemukan adanya retakan yang menimbulkan infeksi baru dan perlu dilakukan tindakan operasi sesuai arahan pihak medis yang sekarang menangani.

” Hal ini membuktikan pelayanan  di RSUD Indramayu tidak maksimal, sehingga perlu dilakuakn observasi lebih lanjut oleh instityusi terkait baik pemda maupun dewan agar hal tersebut tidak terulang kembali baik permasalahan yang sejenis maupun pelayanan yang lainnya yang berkaitan dengan pelayanan RSUD Indramayu.”Pintanya.

Sementara itu terpisah Direktur RSUD Indramayu Dr. H Zaenal Arifin membantah jika penangan terhadap pasien Aji adanya kelalaian dalam penanganan medis di badan yang ia pimpin, bahkan pihaknya sudah melakukan pelayanan yang maksimal termasuk upaya rujukan operasi juga atas rekomendasi dari tim medis RSUD Indramayu.

“Kami sudah memberikan pelayan maksimal kepada pasien itu, kata siapa, berdasarkan rekam mediknya jelas kok, terkait hasil sceening klinik medissia silahkan tanyakan kesana, kenapa keretakan pada rahang tidak terdeteksi. “Paparnya.**(Red)

1. Kepala Biro Indramayu HU. Fajar Cirebon 2. Aktif sebagai penulis di beberapa media 3. Redaktur Eksposrakyat Jaringan Media Online