Infrastruktur Hasil TMMD Resmi Diserahkan Ke Masyarakat

406

PANGKALAN BUN–Infrastruktur yang dibangun dari kegiatan Tentara Manunggal Masuk Desa (TMMD) di Desa Karang Mulya, Kecamatan Pangkalan Banteng, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) resmi diserahkan ke masyarakat setempat, Selasa (29/10). TNI bersama masyarakat desa setempat membuka akses jalan sepanjang 2250 meter menuju areal pertanian produktif milik warga. Jalan tersebut dilengkapi dengan jembatan berbahan kayu ulin yang mampu menahan beban sampai 8 ton.

“TMMD ini merupakan wujud dari sinergi antara TNI, Pemda (Pemkab Kobar) dan rakyat,”kata kata Dandim 1014/Pbn Letkol Inf. Esy Suharto kepada ERnet di sela-sela kegiatan peninjauan jalan dan jembatan hasil TMMD.

Ia melanjutkan dalam kegiatan TMMD ini, TNI menerjunkan 1 satuan setingkat kompi (SSK) dan dibantu warga yang jumlahnya 40-45 orang setiap harinya. Selain kegiatan pembangunan fisik, TNI juga melakukan sosialisasi dan penyuluhan kepada masyarakat bersama Pemkab Kobar melalui dinas terkait. ”Semua ini bertujuan untuk kemanunggalan TNI dengan rakyat. Harapan saya kegiatan ini bisa rutin setiap tahun dilaksanakan.”

Ditemui di tempat yang sama, Bupati Kobar Ujang Iskandar mengatakan Pemkab Kobar berterimakasih dengan penyerahan infrastruktur TMMD ini. Infrastruktur ini diharapkan bisa membantu masyarakat Desa Karang Mulya agar lebih produktif. Sebab jalan ini menghubungkan areal pertanian dan perkebunan warga dengan Pasar Karang Mulya. Sehingga adanya jalan ini sangat membantu aksesibiitas petani. “Hasil kerja TMMD ini juga sangat luar biasa dari segi kualitas, menurut saya jauh lebih bagus dari pekerjaan rekanan (kontraktor) dan jauh lebih murah. Sebab, tidak harus dikontraktualkan melalui lelang. Saya akan terus mendukung kegiatan seperti ini.”

TMMD

TINJAU JEMBATAN–Dandim 1014/Pbn Letkol Inf. Esy Suharto bersama Bupati Kobar Ujang Iskandar meninjau jembatan hasil kegiatan TMMD di Desa Karang Mulya, Kecamatan Pangkalan Banteng. TNI menerjunkan 1 SSK dibantu warga masyarakat membuat jembatan dan membuka akses jalan sepanjang 2250 meter.

Kepala Desa Karang Mulya Katono mengakui ada dampak positif yang sangat membekas dari TMMD ini secara non fisik. Yakni, masyarakat jadi lebih mudah untuk digerakkan untuk kegiatan gotong royong. Sebab selama 21 hari pelaksanaan TMMD, warga sudah biasa dijadwal bergotong-royong per RT. “Kalau dampak positif TMMD ini bagi masyarakat kami disini, yang paling kelihatan itu jadi mudah untuk diajak gotong royong. Sebab mereka selama TMMD dijadwal 40-45 orang digilir per RT untuk kerja gotong royong,”terang dia.

Berlangganan Berita via Email :

Saya seorang wartawan aktif bekerja untuk sebuah harian Borneo News dan Palangka Post (Satu Group) di Provinsi Kalteng