Oknum Wartawan Bantah Sebagai Pengedar Tuak

1114
mobil tuak oknum pers
Mobil Jenis APV Diduga Edarkan Tuak (Poto Ihsan)

INDRAMAYU(Eksposrakyat) – Her(35)oknum wartawan salah satu media cetak MI kontributor Kabupaten Indramayu membantah jika dirinya sebagai pengedar minuman tuak yang menjadi buruan petugas, pasca penggrebegan petugas gabungan Polsek dan Satpol PP Kecamatan Patrol, Senin(28/10)kemarin. Pasalnya yang bersangkutan sudah bukan sebagai wartawan sejak 2012, walaupun  kendaraan yang digunakan  tertulis PERS diduga untuk mengedarkan minuman yang memabukan.

“Saya sudah bukan wartawan lagi, sejak 2012 berhenti, dan tuak yang ditangkap itu tidak sedang diedarkan tapi ada didalam rumah kontrakan saya,”Paparnya  kepada eksposrakyat, saat dimintai keterangan usai sidang tipiring di pengadilan negeri Indramayu, Kamis(29/10/2013).

Ia juga membantah jika 11 dirigen berisi tuak tersebut,  diedarkan dengan kendaraan roda empat jenis APV bertulisan Pers dan nama sebuah media cetak, menurutnya mini bus yang dikendarai selama ini adalah milik kakaknya yang kebetulan adalah kordinator liputan di Bandung Jawa Barat.

“Mobil itu kaitanya abang saya wartawan sebagai korlip dibandung dan tidak benar jika digunakan untuk mengedarkan tuak,”imbuhnya.

Terpisah, Sanita Kepala Biro MI Indramayu saat dikonfirmasi,  membenarkan jika Her adalah wartawan MI yang meliput  berita di wilayah Indramayu barat, namun pihaknya tidak mengetahui secara jelas, jika profesi tersebut di  menanfaatkan untuk mengedarkan minuman tuak.

“Benar dia wartawan saya, tapi tidak tau jika media saya dimanfaatkan untuk mengedarkan tuak.”ujarnya jelang sidang tipiring.

Barang Bukti 54 dirigen Tuak Hasil Sitaan Mapolsek Patrol(Poto Ihsan)
Barang Bukti 54 dirigen Tuak Hasil Sitaan Mapolsek Patrol(Poto Ihsan)

Sebelumnya, operasi gabungan pihak Kepolisian Sektor Patrol  dan Satpol PP Kecamatan Patrol telah melakukan penggerebegan di tiga titik penimbunan 54 dirigen berisi minuman tuak yang menjadi penyakit masyarakat diantanya didepan gudang bulog Patrol kontrakan rumah milik her 11 dirigen, di blok cangkingan desa Sukahaji rumah milik Rad sebanyak 26 dirigen,dan didesa Tegaltaman rumah milik Man sebanyak 17 Dirigen masing masing berisi 20 liter. Berdasarkan hasil putusan majlis hakim pada sidang tipiring Pengadilan Negeri Indramayu ketiga pengear tuak tersebut dijatuhi hukuman tipiring dengan membayar denda sebesar Rp. 200 ribu rupiah.**(red)

Berlangganan Berita via Email :

1. Kepala Biro Indramayu HU. Fajar Cirebon 2. Aktif sebagai penulis di beberapa media 3. Redaktur Eksposrakyat Jaringan Media Online