Biaya Pendidikan di Indramayu Gratis Kata Siapa

732
(Illustrasi)
(Illustrasi)

INDAMAYU (Eksposrakyat) – Biaya Pendidikan dalam melaksanakan program pemerintah Wajib Belajar 12 tahun, sudah didukung dengan alokasi anggran yang lebih dari 20 %,bahkan kemudian Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI sudah mengeluarkan fatwa dan ambil sikap sebagai program pemerintah yang pro rakyat melalui luncuran Permendikbud No.44 Tahun 2012 tentang Pungutan dan Sumbangan Biaya Pendidikan Pada Satuan Pendidikan Dasar, namun dalam pelaksanaanya peraturan tersebut banyak dilanggar oleh pelaku dan penyelenggra pendidikan di Kabupaten Indramayu.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Indramayu H. Odang Kusmayadi ketika memberikan paparan presentasi Visi Disdik Indramayu di hadapan pengurus Komite Sekolah se Kabupaten Indramayu,  memukau perhatian semua pihak, tentang dukungan pemkab Indramayu melalui APBD 2013 yang sudah membantu biaya pendidikan masyarakat Indramayu mencapai 32 milyar.

“Andalan untuk menopang kebutuhan lembaga pendidikan adalah melalui Bantuan Operasional Sekolah (BOS) untuk diketahui saja bahwa saat ini dan sudah berjalan bertahun tahun, Pemkab telah membantu untuk BOS dari APBD Indramayu sebesar Rp.15 ribu/siswa/tahun bagi pelajar SD, Rp.50 ribu/siswa /tahun untuk pelajar SMP, Rp 200 ribu/siswa /tahun untuk pelajar SMA dan Rp. 500 ribu/siswa/tahun untuk pelajar SMK,”.paparnya.

Menurut Odang, program BOS perdana bagi siswa SMA dan SMK tahun 2013, sudah dialokasikan sebesar Rp 1 juta per siswa/tahun, dan logika aturan bahwa kebutuhan biaya pendidikan untuk SMA/SMK Sebesar Rp 1,8 juta/siswa/tahun sehingga analisa Disdik Indramayu jika saat ini pelajar SMA/SMK mendapat BOS sebesar Rp.1 juta tersisa Rp. 800 ribu yang mesti detanggung oleh pemerintah daerah salah satunya adalah BOS APBD Propinsi Rp. 200 ribu dan dan sisanya APBD Kabupaten Indramayu kisaran Rp. 300 ribu untuk siswa SMA dan Rp. 500 ribu untuk siswa SMK.

Pantauan Eksposrakyat dilapangan, banyak ditemui Sekolah sekolah dari mulai SD, lanjutan pertama dan Sekolah lanjutan Atas, telah mewajibkan siswa siswinya untuk membayar Dana Sumbangan Pendidikan(DSP) baik bulanan maupun tahunan, padahal perhatian Pemerintah baik APBN maupun Pemerintah   Kabupaten Indramayu melalui APBD tahun 2013 alokasi pendidikan capai Rp.927 milyar lebih dari total APBD Indramayu sebesar Rp. 2.050 trilyun atau lebih dari 22 %,namun faktanya berbalik arah biaya pendidikan masih menjadi buah bibir masyarakat Indramayu saat ini, terhadap persoalan sekolah gratis.

Kepala Sekolah SMAN 1 Kandanghaur, Drs.H.Asama Suwaidi, M.Si membenarkan jika saat ini dari jumlah Siswa Siswi SMAN Kandanghaur berjumlah 917 siswa, sementara sebanyak 684 siswa telah diputuskan untuk membayar DSP Bulanan sebesaar Rp. 150 ribu dan sisanya 233 siswa, mendapatkan fasilitas BSM (bantuan Siswa Miskin) dari alokasi APBN dan tidak dipungut DSP.

“dari jumlah siswa 927 dikalikan Rp.1,5 juta / siswa /per tahun , Karena dana BOS tidak mencukupi 233 siswa tidak mampu melalui fasilitas kartu KPS dan keterangan tidak mampu dari Kuwu setempat
Kenapa masih ada pungutan yang mampu, karena setiap sekolah tidak sama ada yang Rp.150 ribu, ada yang Rp. 175 ribu bahkan ada yang Rp.250 ribu per siswa/ per bulan,”paparnya.

Ia juga menambahkan bahwa Bupati Indramayu Hj. anna Sopanah dalam penyampaian dihadapan kepala SMA/SMK pada suatu acara di Kabupaten Magelang beberapa waktu lalu, belum bisa bagi Kabupaten Indramayu digratiskan dari biaya pendidikan, semua dilema yang harus dicari solusi bagi pelaksanaan Permendikbud 44 tahun 2012.**(red)

1. Kepala Biro Indramayu HU. Fajar Cirebon 2. Aktif sebagai penulis di beberapa media 3. Redaktur Eksposrakyat Jaringan Media Online