Demo Buruh Jakarta Politik atau Tuntutan ?

908

Demo Buruh Jakarta

Politik atau Tuntutan ?

 

Akhir-akhir ini demo buruh melanda Ibu Kota Negara Indonesia, pada dasarnya mereka menuntut hak kesejahteraan atau menuntut hak kepada pemimpin yang mereka pilih.Mereka menuntut Joko Widodo yang pada dasarnya berjanji untuk menaikan upah minimum pendapatan (UMP) Jakarta.Ada beberapa hal yang perlu kita analisis terkait demo buruh akhir-akhir ini.

Pertama, tuntutan para buruh untuk hidup layak atau sejahtera kepada pemerintah.Pada dasarnya setiap orang berhak untuk hidup layak,akan tetapi krisis yang melanda Indonesia ini menyebabkan banyak persoalan yang harus diselesaikan oleh Bangsa Indonesia. Bukan hanya soal buruh yang harus diselesaikan oleh bangsa Indonesia. Politik,ekonomi,korupsi,Hukum bahkan pemerkosaan menjadi agenda yang harus diselesaikan.

Solusi dari masalah ini, bukan hanya berteriak, mengeraskan suara sekeras-kerasnya. Akan tetapi seharusnya kita lebih kreatif, berfikir secara bijak untuk menyelesaikannya. Bukan hanya urusan pemerintah untuk mensejahterakan rakyatnya.Kita juga punya andil untuk menyelesaikan kemelut ini. Kita bias berdagang untuk menambah penghasilan tambahan atau kita bias mengatur pengeluaran,manajemen keuangan dipakai secara bijaksana.

Karena hokum uang adalah “Semakin kita lebih banyak menghasilkan penghasilan,semakin banyak juga uang yang kita keluarkan”.Pada dasarnya uang hanya alat tukar saja,seagai alur keluar masuk bukan sebagai harta yang berharga. Orang yang bijak dapat mengatur keuangannya sendiri,sehingga dia dapat memahami apa fungsi uang sebenarnya.Sebagai contoh UMP di Jayapura hanya  Rp.1.710.000,- akan tetapi jarang saya temui pengemis,pengamen jalanan,dll di kota ini.Di Jayapura mereka hidup harmonis jauh seperti yang kita bayangkan selama ini. Yang katanya Papua menakutkan,kota terpencil,ketinggalan jaman.Padahal kehidupan mereka lebih baik daripada di Pulau Jawa atau sebagainya.

Kedua, unsure politik untuk menjatuhkan atau tidak mempercayai pemimpin negri ini. Jangan mudah terprovokasi,sabar dengan keputusan apapun. Karena kita tahu mereka pemimpin berarti pengalaman dan ilmu mereka jauh lebih mengetahui daripada kita.Musyawarah dengan mufakat sebagaimana yang di ajarkan oleh tokoh-tokoh pendahulu sejarah Indonesia.Persoalan Negri ini bukan hanya persoalan yang harus diselesaikan oleh pemerintah,akan tetapi kita juga turut serta.Sebagai mana pejuang pendahulu kita mengatakan “Bersatu kita teguh,Bercerai kita runtuh”.

Irfan Firman

 

Berlangganan Berita via Email :

Mahasiswa Universitas Yapis Papua