Rumah Tahfidz Al Hidayah Indramayu Wisuda 40 Santri

723
Tasyakur Wisuda Ke II Rumah Tahfidz Al Hidayah Kepandaian Indramayu (Poto Ihsan)
Tasyakur Wisuda Ke II Rumah Tahfidz Al Hidayah Kepandaian Indramayu (Poto Ihsan)

INDRAMAYU,ER- Rumah Tahfidz Aqur’an Al Hidayah Kepandaian Indramayu Jawa Barat, salah satu dari 300 cabang Pondok Pesantren Tahfidz Daarul Qur’an Tangerang pengasuh ust. H. Yusuf Mansur menggelar wisuda santri angkatan ke II juz 1,29,30 dan Memperingati Tahun Baru Islam 1435 H, Minggu (24/11) di Komplek Kepandean Regency Indramayu Jawa Barat.

Pelaksanaan wisuda santri angkatan ke II ini diikuti oleh 22 santriwan dan 18 Santriwati yang berada disekitar jantung kota Indramayu, hal yang sangat terkesan bagi semua kalangan yang hadir pada acara tersebut, kemandirian dari pengelola dan penyelenggara rumah tahfidz tanpa bantuan dari Pemkab setempat.

Pengelola Rumah Thfidz Al Hidayah, Washilah,S.Pd (Poto Ihsan)
Pengelola Rumah Thfidz Al Hidayah, Washilah,S.Pd (Poto Ihsan)

Wasilah,S.Pd Pengelola Rumah Tahfidz Al Hidayah, mengatakan diusianya yang ke II, eksistensi Rumah Tahfidz ditengah tengah masyarakat terus mendapat pengakuan, melalui kepercayaan yang dimiliki dari masyarakat atas perkembangan dan keberadaan santri saat ini, kondisi santri saat ini sudah mencapai 230,dari kategori usia 3 tahun hingga usia pelajar SLTA.

“Mudah mudahan keberadaan Rumah Tahfidz Al Hidayah dapat mencetak hafidz dan hafidzah di Kabupaten Indramayu, terutama diwilayah kawasan perkotaan Indramayu, sehingga mampu menghiasi kehidupan masyarakat yang madani,”katanya saat memberikan sambutan dihadapan wali santri.

Dikatakannya, Rumah Tahfidz Al Hidayah dalam memberikan pemahaman ilmu agama tidak terfokus pada metodologi sistem pengajaran hafalan Alquran, tetapi pihaknya juga mengajarkan kepada santri tentang ilmu fiqih, tajwid, bahkan khitabah dua bahasa arab dan inggris, hal itu dilakukan mengangat visi dan tujuan dari PPPA Darul Quran Jakarta mencetak generasi qur’ani dan berakhlakul karimah,mengembangkan centra-centra tahfidz dilingkungan masyarakat dan perusahaan melibatkan potensi masyarakat yang ada serta menjadi salah satu sarana membangun generasi yang qur’ani .

Penyerahan Ijazah Khatmil Qur'an Oleh PPPA Darul Qur'an Jakarta (Poto Ihsan)
Penyerahan Ijazah Khatmil Qur’an Oleh PPPA Darul Qur’an Jakarta (Poto Ihsan)

Pengurus Pusat Rumah Tahfidz Daarul Quran Ust. Fahruzzaman dalam sambutanya mengatakan bahwa keberadaan rumah tahfidz di Indramayu patut di apresiasikan,setelah pihaknya menyaksikan dengan langsung bagaimana kondisi dan potensi riil yang dimiliki oleh santri melalui lantunan dan lafalan Al qur’an, sebagai batu bata yang dapat membentengi generasi masa depan, mengingat kondisi perkembangan saat ini harus didasari dengan Al qur’an.

”Saya sangat bangga dengan penampilan dan bacaan yang sangat bagus dan fasikh dari santri dan santriwan di pesantren ini, walaupun usia pesantren ini sangat muda sekali tapi mampu memberikan pelajaran dan pemahaman tentang methode tahfidz dengan hasil yang bisa kita saksikan bersama, selamat untuk 40 santriwan yang telah diwisuda semoga tetap menjadi lentera umat di Kabupaten Indramayu.” Paparnya.

Sementara itu, KH. Alia Jaen, MA sebagai pembicara taushiah prihatin, dengan keberadaan Rumah Tahfidz yang berada di lingkungan perkotaan tapi belum tersentuh oleh Pemkab Indramayu yang memiliki Visi Daerah blilian dengan Religius, menurutnya hanya dengan Al qur’an, bangsa dan umat dapat diselamatkan oleh arus globalisasi dan keterpurukan, karena Allah SWT telah memberikan jaminan “Khaerukum Man Ta’allamal Qur’an” sebabaik baik ilmu pengetahuan adalah mereka yang belajar Al qur’an.

Penceramah Tasyarku Wisuda Ke II Rumah Tahfidz Al Hidayah,  KH.Alia Jaen,MA (Poto Ihsan)
Penceramah Tasyarku Wisuda Ke II Rumah Tahfidz Al Hidayah, KH.Alia Jaen,MA (Poto Ihsan)

“Keberadaan Rumah Tahfidz Al hidayah di Kepandaian ini, harusnya menjadi kebanggaan Pemkab Indramayu, tapi sangat disayangkan, belum ada kepedulian, siapapun kita yang menuntut ilmu pengetahuan tidak ada apa apanya, sekalipun kita orang ahli bumi jika tidak bisa membaca Al quran,”paparnya.

Alia Jaen juga mengajak kepada umat bahwa neraka saat ini a sudah menanti kepada orang yang memiliki mata tapi tidak dapat melihat al qur’an, orang yang memiliki mulut tidak dapat membaca Al quran,orang yang memiliki telinga tapi tidak pernah mendengar Al Qur’an dan orang yang memiliki hati juga tidak mengamalkan Al qur’an.**(Ihsan)

Berlangganan Berita via Email :

1. Kepala Biro Indramayu HU. Fajar Cirebon 2. Aktif sebagai penulis di beberapa media 3. Redaktur Eksposrakyat Jaringan Media Online