22,6 Juta Ikan Hilang Petani Tambak Merugi Milyaran Rupiah.

141

304534_11280827012014_tambak_banjir2.bmpINDRAMAYU,ER.Net –  Pasca banjir yang melanda wilayah tambak ikan di Kecamatan Indramayu dan Balongan selama satu pekan kemarin, telah mengakibatkan banyaknya kerugian, berdasarkan data dari UPTD Perikanan dan Kelautan dari dua Kecamatan tersebut, sedikitnya seluas  949,45 hektare tambak ikan yang terendam, 814,85 hektare tambak di wilayah kecamatan Indramayu dan 134,6 hektare di wilayah Kecamatan Balongan.dan diperkirakakan sebanyak 22.698.400 ekor ikan berbagai jenis hanyut terbawa banjir.

“Berdasar data yang ada pada kami dari para pemilik tambak yang terkena banjir kemarin, ratusan petani tambak di dua Kecamatan mengalami kerugian milyaran rupiah,”Kata Kepala UPTD Pertanian dan Peternakan Kecamatan Indramayu Edwar kepada wartawan dikantornya Sabtu,(1/2) kemarin.

Menurut dia, data tersebut terdiri dari berbagai desa di wilayah kecamatan Indramayu yakni, Pabean Udik 33 hektare, Karangsong 189,6 hektare, Tambak 56,5 hektare, Singaraja 88,6 hektare, Singa Jaya 404 hektare, Paoman 27,75 hektare, Margadadi 19,5 hektare. Sementara tambak di wilayah Kecamatan Balongan yakni, Desa Tegalurung 38,5 hektare, Balongan 68,7 hektare, Majakerta 95 hektare, Sukareja 16,25 hektare, Tugu lor 0,9 hektare, Rawadalem 0,75 hektare.

“Untuk jumlah dan jenis ikan di dua kecamatan tersebut berdasarkan laporan yang kami terima di kecamatan Indramayu, Jenis Udang Windu 855,000 ekor, Udang Vaname 19,430,000 ekor, Bandeng 779,000 ekor, dan Lele 500 ekor, sementara untuk di kecamatan Balongan, Jenis Udang Windu 204,000 ekor, Udang Vaname 842,400 ekor, Bandeng 68,000 ekor, dan Lele 14,000 ekor, Gurame 2.000 ekor, Nila 4.000 ekor.”ujarnya.

Edwar belum bisa memastikan berapa kerugian materil yang terjadi selama ini dampak dari banjir yang menerjang ribuan hektar empang di dua kecamatan tersebut mengingat pihaknya hanya bertugas mendata luas tanah dan jumlah ikan yang ada pada pemilik lahan, sementara untuk taksiran rupiah sendiri atas kerugian yang dialami para petani tambak tersebut, bagian dari tugas dinas terkait di Pemda Indramayu .

Sementara itu, H. Maptu’in  ketua kelompok Mahkota Raja Desa Singaraja Kecamatan Indramayu yang memilki 40 anggota dengan luas tanah 340 hektare dan sudah ditanami 20.000 ekor Udang Vaname menyampaikan kepada UPTD Pertanian dan Perikanan Kecamatan Indramayu melaporkan total kerugian mencapai Rp. 38 milyar.“hanya ada satu kelompok yang menyampaikan kerugiannya yakni kelompok Mahkota Raja di Desa Singaraja dengan luas lahan sekitar 340 hektar, yang sudah ditanam jenis udang vaname dan semuanya hilang terbawa banjir, kerugiannya ditaksir mencapai 38 milyar”.tutup Edwar menirukan laporan H. Maptu’in.

Sebelumnya, Bupati Indramayu Hj. Anna Sopanah mengungkapkan dihadapan wartawan dalam kunjungannya dibeberapa tempat korban banjir mengatakan, akibat banjir yang melanda wilayah kabupaten Indramayu sedikitnya telah merusak lahan perikanan sebanyak 16.616 hektar dengan nilai kerugian mencapai Rp147 milyar serta areal pertanian seluas 48 ribu hektar terendam dan menimbulkan kerusakan pada sektor tersebut dengan kerugian mencapai 98 milyar.”Melihat total kerugian akibat banjir diseluruh wilayah, APBD Indramayu tahun  2014 tidak akan mampu untuk menopang kebutuhan itu, apalagi perda tersebut sudah disahkan dan tidak meng cover penanggulanagn bencana secara jelas nilainya,”ungkap Anna.(Ihsan Mahfudz)

 

1. Kepala Biro Indramayu HU. Fajar Cirebon 2. Aktif sebagai penulis di beberapa media 3. Redaktur Eksposrakyat Jaringan Media Online