Sopir Pribadi Yance Bantah Bosnya Diperiksa Kejagung

509

kejagungINDRAMAYU,ER.Net –  Ade bachtiar (45) Sopir pribadi Irianto MS Syafiudin(Yance)membantah tuduhan media yang merilis Mantan Bupati Indramayu dipanggil Kejaksaan Agung RI, pengakuan itu disampaikan dihadapan  wartawan,Rabu(12/2)disamping Bupati Indramayu Hj. Anna Sophana usai acara Gelar Bawasda di Aula Gedung Pertemuan Patra Ayu.

“Hari Selasa Bapak berada dikantor DPD Partai Golkar  Bandung menghadiri acara Sosialisasi  dan Pembekalan Caleg dari Sekjen Idrus Farhan dari jam 09.00 wib sampai jam 15.30 wib,  tidur di buah batu bandung,  tidak ke Jakarta, dan tidak ada agenda ke Kejaksaan Agung,”katanya dini hari disamping Bupati Anna.

Ade juga bersedia bersumpah, jika apa yang disampaikan dihadapan wartawan saat itu dengan pertanyaan yang dilontarkan Bupati Indramayu tentang kondisi dan posisi Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat, selasa(11/2) kemarin berbohong. Bahkan lanjut Ade  meyakinkan bahwa seminggu yang lalu juga Mantan Bupati Indramayu H. Irianto MS Syafiudin tidak ada agenda ke kantor Kejaksaan Agung Jakarta.

Bantahan juga disampiakan Bupati Indramayu Hj. Anna Sophana tentang kabar pemanggilan suaminya( Mantan Bupati Yance)ke Kejagung  terkait Kasus PLTU Sumuradem, seperti yang dilansir media online Radar Cirebon.Com dan beberapa media online lain yang mewartakan itu.”Kenapa masalah Bapak, ada berita apa ?, saya baru tau,baru denger sekarang ada panggilan kejaksaan, dan masalah kabar itu saya “No Comment”, yang pasti pak yance ada kemarin, dan kemarin ada acara partai di Bandung sementara saya ke Jakarta,“Tegas Anna.

Anna juga mengakui jika dua hari kemarin, dirinya berada di Jakarta untuk mengikuti acara di Kementerian Pertanian RI dan menghadiri Rakor bersama dengan Presiden Susilo Bambang Yudoyono. Tetapi tidak bersama sama dengan suaminya H. Irianto MS Syafiudin.

“Sejak hari senin  memang saya ke Jakarta ke kantor Mentan, minta bantuan untuk para petani yang kebanjiran diantaranya minta bibit dan pupuk dan Alhamdulillah dapat, dua hari kedepan bantuan itu akan tiba di Indramayu, kemudian  hari kedua ada rakor yang dibuka oleh Presiden SBY,”ungkapnya.

Sementara itu, Surat Kabar Harian dan Online Media Indonesia Edisi Rabu(11/2)dini hari halaman 3 ,  melansir tulisan

Mantan Bupati Indramayu Tersangka Kasus Korupsi.

MANTAN Bupati Indramayu Irianto Syafiudin diam-diam ditetapkan jadi tersangka oleh Kejaksaan Agung dalam kasus dugaan korupsi korupsi dalam proyek pembangunan PLTU di Desa Sumur Adem, Kecamatan Sukra, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat.

Pria yang biasa disapa Yance itu dijadikan tersangka pada 13 Desember 2010 lalu. “Ya (Yance) sudah jadi tersangka, “ kata Kasi Pidsus Kejaksaan Negeri Indramayu R Aji Putra saat ditemui di ruang kerjanya, kemarin.

Putra menjelaskan penanganan maupun penetapan tersangka dalam kasus tersebut sepenuhnya menjadi kewenangan Kejakgung. Adapun pihak Kejari Indramayu, hanya dijadikan lokasi pemeriksaan yang dilakukan tim Kejakgung semata. Pemeriksaan yang dilakukan tim Kejakgung itu salah satunya terjadi pada Jumat (31/12)

lalu. Dalam kesempatan tersebut, tim dipimpin Yulianto dan beranggotakan lima orang itu memeriksa 15 dari 20 orang saksi yang akan diperiksa. Namun, dari 15 orang tersebut, tiga di antaranya tidak hadir dengan alasan sakit. Adapun , dua lainnya tidak hadir karena alasan sedang melakukan tugas ke luar kota.

Seluruh saksi yang diperiksa itu berasal dari warga Desa Sumur Adem maupun sejumlah pegawai dari jajaran Pemkab Indramayu. Pengadilan Negeri Indramayu mulai menyidangkan kasus tersebut, Senin (13/12).

Dalam sidang tersebut, yang menjadi terdakwa adalah Daddy Haryadi, selaku sekretaris panitia pengadaan tanah untuk negara (P2TUN) Kabupaten Indramayu. Pria yang juga menjabat Kabag Hukum Pemkab Indramayu itu diduga melakukan mark up pengadaan tanah PLTU senilai Rp 42 miliar. Dalam persidangan tersebut, salah seorang anggota tim jaksa penuntut Muhammad Erma, mengungkapkan, terdakwa terancam hukuman 20 tahun penjara.

“Terdakwa dalam kapasitasnya sebagai sekretaris P2TUN KabupatenIndra mayu dinilai telah melakukan perbuatan memperkaya diri sendiri, atau orang lain yang merugikan keuangan negara,” kata anggota tim Jaksa Penuntut Umum Erma.

Selain Daddy Haryadi, terdapat dua tersangka lainnya. Adapun keduanya adalah Muhammad Ichwan, mantan kepala dinas pertanahan kabupaten Indramayu, dan Agung Rijoto, dari PT Wiharta Karya Agung, yang menjadi pihak ketiga dalam pembebasan lahan di PLTU tersebut.

Hasil Penelusuran Eksposrakyat, Rabu(12/2)petang hari, tentang keberadaan informasi Direktur Utama PDAM Tirta Dharma Ayu Indramayu, H. Tatang Sutardi pada Selasa(11/2) yang disebut sebut turut ke Jakarta dibenarkan oleh beberapa satpam penjaga kantor PDAM Indramayu.”Benar, Senin sore Bapak chek out dari kantor menuju ke Jakarta bersama rombongan Pejabat Pemkab Indramayu, tapi agendanya apa saya tidak tau,”Kata Satpam itu.

Hingga berita ini diturunkan, tersiar kabar tentang kebenaran pemanggilan Mantan Bupati Indramayu ke Kejagung masih simpang siur, Bagian Pidsus Kajari Indramayu, H. Khaerudin ketika dikonfirmasi “ER.Net” tentang kebenaran pemanggilan Kejagung pada Selasa(11/2)kemarin juga membantah.”Info dari mana itu, hari ini (selasa red) tidak ada panggilan resmi dari kejagung untuk pak yance,”tuturnya, kemarin.

Sementara Sebelumnya, pihaknya selaku  bagian Pidsus Kejaksaan Negeri Indramayu membenarkan bahwa Yance pada hari Kamis, 16/1/2014 dipanggil Kejagung dalam tindak lanjut kasus PLTU yang statusnya sebagai Tersangka.

“Benar Kejari telah menerima surat pemanggilan dari Kejagung RI untuk Mantan Bupati Indramayu Yance pada hari Senin, 13/1/2014. Saya sendiri yang mengantarkan surat panggilan dari Kejagung tersebut kepada Pak Yance. Tentu inti surat pemanggilan tersebut adalah untuk tindak lanjut proses hukum terhadap Mantan Bupati Yance atas kasus PLTU Sumuradem.

“Jadi Pak Yance dipanggil sebelumnya benar  bukan isu politik lagi. Kejagung memanggil Pak Yance secara prosedural dan resmi. Saya yang mengantarkan surat Kejagung tersebut pada Pak Yance,” ujar Chaerudin, SH.(Ihsan)

 

Berlangganan Berita via Email :

1. Kepala Biro Indramayu HU. Fajar Cirebon 2. Aktif sebagai penulis di beberapa media 3. Redaktur Eksposrakyat Jaringan Media Online