Durian; Desa Tinumpuk Steril dari Gank Motor

490
illustrasi
illustrasi

INDRAMAYU,ER.Net –  Gerombolan manusia naik motor yang sering membuat onar, rusuh, dan resah warga masyarakat di Indonesia dikenal dengan istilah geng motor. Banyak nama dan anggota mereka yang selalu “setia” mengikuti langkah sesat ini. Bahkan tak tanggung-tanggung mereka menghabisi nyawa musuh-musuh mereka dengan sadis dan biadab.

Ada banyak nama geng motor yang bertebaran di Indonesia, misalnya GBR, Brigez, XTC, TRC, dll. Tujuan utama mereka yang awalnya hanya sekedar iseng untuk having fun berubah menjadi brutal dan sadis,  ketika mereka merasa terhina dan dilecehkan adalah musuh-musuh mereka. Fenomena itu merebak dan sedang marak diwilayah Kabupaten Indramayu hingga setiap hari diberitakan pihak kepolisian menangkap oknum gank motor yang meresahkan. Bahkan kini disetiap desa, kecamatan dan peloksok wilayah Kabupaten Indramayu banyak terpasang spanduk ajakan, himbauan kepada warga “Gank Motor Musuh Masyarakat”.

Namun, cukupkah langkah yang sudah dilakukan semua pihak dalam meminimalisir tumbuh kembangnya bagian dari penyakit masa depan anak bangsa bahkan mengklaim sporadis akut.

Kuwu Tinumpuk Kecamatan Juntinyuat, Durian kepada ER.Net, Kamis(29/5) menuturkan, tidak mudah meminimalisir maraknya gerombolan sepeda motor atau identik dengan Gank Motor dihilangkan secara cepat, jika tidak didukung oleh semua elemen masyarakat Kabupaten Indramayu, sekalipun itu merupakan intruksi dari Kapolri, Kapolda bahkan Kapolres Indramayu, jika tatanan pemerintahan yang paling bawah diam dan tidak turut serta. Maka dengan kondisi seperti itulah, pihaknya sudah memberlakukan kepada seluruh masyarakat diwilayahnya untuk bersama-sama memerangi gank motor.

“Hampir setiap malam, seluruh aparat desa memantau di jalan raya apalagi malam minggu, maka jika didapati ada warganya yang menggunakan knalpot racing langsung ditangkap dan digiring ke kantor desa selanjutnya saya panggil orang tuanya, untuk diganti atau saya musuhi,”tandas pemilik Dabo Ribo Indramayu.

Menurut dia, aturan tersebut diberlakukan sudah lama dalam menjaga kondusifitas dan ketentraman lingkungan Desa Tinumpuk, maka berawal dari kesungguhan pemdes diseluruh  Indramayu itu, pihaknya berkeyakinan bahwa sedikit demi sedikit hoby, kesenangan terutama generasi muda yang merupakan harapan dan masa depan bangsa dapat teratasi.

“Jika saya dengar suara knalpot yang bising, pasti akan saya datangi langsung, hanya persoalannya, butuh keberanian dan ketegasan aparat desa,”tuturnya.

Ia menambahkan, hanya upaya dan ketegasan dari pemerintahan desa yang dapat menekan hilangnya gank motor, pihaknya berharap sterilisasi yang diberlakukan selama ini, dapat diikuti oleh yang lain melalui upaya  bekerjasama dengan seluruh elemen, tokoh masyarakat serta semua pihak, karena langkah tersebut sudah dilakukannya dalam mewujudkan kehidupan masyarakat yang dinamis, tentram dan sejahtera.pungkasnya.(Ihs)

1. Kepala Biro Indramayu HU. Fajar Cirebon 2. Aktif sebagai penulis di beberapa media 3. Redaktur Eksposrakyat Jaringan Media Online