Penyakit Hipertensi Ancam Anak-Anak Sekolah

447

PANGKALAN BUN – Penyakit tekanan darah tinggi atau hipertensi yang biasanya menyerang orang dewasa atau lanjut usia (lansia), kini juga bisa menyerang anak-anak sekolah. Hal ini disebabkan oleh banyaknya makanan cepat saji dan jajanan tidak sehat yang banyak dikonsumsi siswa.

Demikian disampaikan Ahli Madya Kesehatan Lingkungan (AMKL) Bagian Penyakit Tidak Menular, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) Haderawi saat dibincangi ERnet di ruang kerjanya, Jumat (29/5/2015).

“Penyakit hipertensi biasanya dominan menyerang orang berumur 35-40 tahun, sekarang tahun 2015 ini, sudah banyak menyerang anak-anak sekolah dari umur 10-15 tahun,” terang dia.

Ia melanjutkan penyakit hipertensi ini tidak bisa dianggap enteng. Pasalnya, apabila dibiarkan maka hipertensi bisa berujung penyakit stroke (mati separuh). Hal ini cukup mengkhawatirkan. Pasalnya, stroke mulai menyerang pada usia produktif bahkan usia dini. “Kini banyak ditemukan anak yang terkena penyakit itu. Umur penderitanya variatif, mulai lima tahun, delapan tahun sampai sepuluh tahun,” kata dia.

Rata-rata, lanjut dia, penderitanya memiliki keluhan serupa. Berawal dari sakit kepala, lalu muntah-muntah hingga kejang-kejang. Di Kabupaten Kobar senidir, dari hasil pendataan penyakit hipertensi ini sudah menyerang anak-anak mulai usia 10-15 tahun.

“Faktor penyebabnya banyak dari makanan yang disajikan pedagang di sekolah-sekolah, seperti bakso dicampur saos yang warnanya merah sekali karena zat pewarna, kemudian gorengan yang sekarang banyak dijual di sekolah-sekolah, hati-hati jangan sampai anak-anak memakan makanan yang mengandung zat pewarna, bahan pengawet dan makanan ringan yang diawetkan,” imbau dia.

Berlangganan Berita via Email :

Saya seorang wartawan aktif bekerja untuk sebuah harian Borneo News dan Palangka Post (Satu Group) di Provinsi Kalteng