Ibas Bertekad Tanamkan Nilai Kebangsaan Sejak Dini

291
 Ibas melalui EBY Team Dapil VII Jatim menyelenggarakan sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di Kabupaten Magetan, Jatim. (Foto : Muh Nurcholis)

Ibas melalui EBY Team Dapil VII Jatim menyelenggarakan sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di Kabupaten Magetan, Jatim. (Foto : Muh Nurcholis)

MAGETAN – Makin maraknya permasalahan sosial di masyarakat menjadi keprihatinan semua pihak. Menyikapi hal ini Edhie Baskhoro Yudoyono, anggota Komisi X DPR RI menyelenggarakan sosialisasi nilai nilai kebangsaan. Yakni, Pancasila, Bhineka Tunggal Ika, UUD 1945 dan NKRI di Griya Aspirasi Edhie Baskhoro Yudhoyono Kabupaten Magetan, awal Mei lalu.

Diterangkan Marfuat selaku Koordinator Kabupaten Griya Aspirasi EBY Magetan, sosialisasi ini dimaksudkan untuk terus menanamkan nilai nilai kebangsaan dimasyarakat. Dengan maksud agar setiap warga negara memiliki jati diri yang kuat sebagai warga negara Indonesia. Situasi kondisi sosial masyarakat yang terasa mengancam kerukunan, persatuan dan k esatuan, harus segera disikapi. Agar tidak timbul gejolak ditengah tengah masyarakat.

“Oleh sebab itu salah satu cara yang bisa dilaksanakan adalah menanamkan nilai nilai kebagsaan seperti yang dilaksanakan saat ini,” terangnya.Jika seluruh elemen masyarakat menyadari akan pentingnya rasa kebangsaan dan nasionalisme, maka akan tercipta situasi yang kondusif. Kondisi ini akan menjadi pendorong semangat untuk berbangsa dan bernegara.

Diungkapkan juga oleh Candra selaku Koordinator Daerah Pemilihan 7 Jawa Timur, bahwa keempat nilai nilai kebangsaan ini sekilas memang mudah untuk diucapkan atau dihapalkan. Tetapi yang sebenarnya yang dibutuhkan adalah realisasi dari nilai nilai tersebut dalam kehidupan sehari hari. baik bermasyarakat maupun berbangsa dan bernegara.

Arahan Kordapil EBY Team Dapil VII Jatim, Candra Adi saat membuka Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan. (Foto : Muh Nurcholis)
Arahan Kordapil EBY Team Dapil VII Jatim, Candra Adi saat membuka Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan. (Foto : Muh Nurcholis)

Bagaimana kita bisa hidup bertoleransi meski berbeda agama maupun keyakinan. Bisa menumbuhkan rasa kemanusiaan terhadap sesama. Mampu menciptakan persatuan dan kesatuan di tengah keberagaman suku agama ras dan golongan. Mampu bersikap demokratis ditengah tengah perbedaan pendapat, organisasi maupun partai politik. Serta mampu bersikap adil bagi seluruh rakyat Indonesia.

Sementara Berry, Staf Khusus yang mewakili Edhie Baskhoro Yudhono mengatakan kegiatan seperti ini sangat penting ditanamkan kepada para pendidik. Karena nilai nilai kebangsaan ini harus ditanamkan sejak dini. Tidak bisa diadakan secara mendadak. Apalagi saat ini ‘Westernisasi’ semakin gencar menyerang kehidupan masyarakat kita melalui berbagai media. “Maka hal ini harus terus digalakan agar tidak tergeser oleh budaya asing,” ungkap Berry.

Bertindak selaku pemateri dalam sosialisasi kali ini adalah Wawan Kokotiasa SIP, Msi dosen PPKn FPIPS IKIP PGRI Madiun. Diungkapkan Wawan, keempat nilai kebangsaan ini merupakan komitmen para pemimpin negara ini sejak beberapa tahun yang lalu. Maka hal ini harus terus kita realisasikan kepada seluruh masyarakat.

Seburuk apapun situasi dan kondisi negara kita saat ini, nilai nilai kebangsaan tersebbut tidak boleh luntur. Karena ini merupakan jatidiri bangsa Indonesia. Seperti halnya Pancasila yang menjadi dasar dan ideologi negara Indonesia. Tidak bisa diganggu gugat, apalagi diganti dengan ideologi lain. Sehingga, apapun ideologi yang mencoba berkembang di Indonesia tidak boleh bertentangan dengan nilai nilai Pancasila. Seperti halnya yang saat ini sedang marak ditanah air, aliran ISIS.

Anggota DPR RI, Edhie Baskoro Yudhoyono atau Ibas melalui EBY Team Dapil VII Jatim menyelenggarakan sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di Kabupaten Magetan. (Foto : Muh Nurcholis)
Anggota DPR RI, Edhie Baskoro Yudhoyono atau Ibas melalui EBY Team Dapil VII Jatim menyelenggarakan sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di Kabupaten Magetan. (Foto : Muh Nurcholis)

Semua pihak menyatakan bahwa aliran tersebut tidak sesuai dengan ajaran agama. Maka hal ini tidak boleh dibiarkan berkembang ditanah air. Adanya warga negara Indonesia yang berangkat ke luar negeri untuk mengikuti ajaran tersebbut merupakan sebuah kecolongan bagi negara kita. “ Adanya warga negar kita yang ikut ISIS ke luar negeri merupakan kecolongan bagi kita. Artinya, nilai nilai kebangsaan ini belum tertanam kuat dimasyarakat kita,” jelasnya.

Ditambahkan Wawan, menyikapi kondisi seperti ini ia menawarkan sebuah solusi. Yakni Menjadikan nilai-nilai agama dan budaya bangsa sebagai sumber etika dan moral untuk berbuat baik dan menghindari sikap dan perbuatan tercela. (MUH NURCHOLIS)