Buka Bersama “Dengan Berpuasa Menata Jiwa, Menata Bangsa”

454
IMG_5233upload
Tausiyah oleh Drs.Hj.Shinta Nuriyah Abdurakhman Wahid,M.Hum dalam acara buka bersama 24/06/2015

BREBES, (ER.net) Acara buka bersama yang diselenggarakan di Pondok pesantren Al Hikmah 2 dukuh benda, kecamatan Sirampog dengan menghadirkan Hj.Drs.Shinta Nuriyah Abdurakhman Wahid, M.hum, Kyai Sholahudin Masruri mengatakan bahwa kehadiran Hj. Drs. Shinta Nuriyah Abdurakhman Wahid, M.Hum yang merupakan Istri (Presiden ke IV alm KH. Abdurakhman Wahid.) sebagai salah satu upaya untuk memotivasi para santriawan dan santriwati dalam menempuh pendidikan di Pondok pesantren Al Hikmah dukuh benda, Kecamatan Sirampog, Kabupaten Brebes.

Dalam acara tersebut juga dihadiri oleh Hj. Idza Priyanti,SE (Bupati Brebes), KH.Labib Sodiq (Pengasuh Ponpres AL HIKMAH 1), Komunitas Tionghua,Komunitas Batu Akik Bumiayu,dan juga Gusdurian.
Diawal tausyiahnya Shinta Nuriyah mengatakan bahwa rasa rasanya kurang pas kalau saya diundang disini dalam acara buka bersama.

Saya itu biasanya saur bersama dengan para pedagang kaki lima, para tukang becak, kuli bangunan, pedagang pasar Terkadang juga saya saur bersama didepan gereja, ataupun kuil,untuk sekedar belajar hidup dan memaknai kehidupan “Ungkap” Shinta Nuriyah. Rabu,24/06/2015.

Dalam isi tausyiah yang disampaikan oleh Drs. Hj. Shinta Nuriyah Abdurakhman Wahid, M, Hum, bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang Berbineka Tunggal Ika (Berbeda Beda Tetap Satu Jua).
Bahwa didalam melawan penjajahan di Indonesia bukan hanya peran dari umat Islam saja, namun mereka memiliki bagian dalam merebut kemerdekaan dari pejajahan baik itu yang dilakukan oleh Belanda maupun Jepang.

Begitu pula dengan Rasullullah Muhammad SAW mengajarkan demikian seperti yang dituang didalam Piagam Madinah “Imbuh “ Shinta Nuriyah. (ER.net/Yusfi)

Berlangganan Berita via Email :

Alumnus IST AKPRIND Yogyakarta,Alumni GmnI Dan Juga Mantan Anggota Persatuan Himpunan Mahasiswa Geologi Indonesia,sekarang bekerja sebagai Geologist Merdeka dengan segala kemerdekaan pemikiran dan waktunya.