Kepolisian Libatkan Wartawan Bentuk Tim Anti Korupsi

409
polres
Kapolres Solok, AKBP. Tommy Bambang Irawan

Kabupaten Solok, Eksposrakyat- Wartawan dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), dilibatkan oleh pihak Kepolisian Resor (Polres) Solok, Sumatera Barat, dalam membentuk tim internal dan eksternal anti korupsi dalam rangka Quick Wins Rencana Strategis Polri tahun 2015-2019. Hal tersebut disampaikan, Kapolres Solok, AKBP. Tommy Bambang Irawan, Selasa (30/6) di Markas Kepolisian Solok, Lubuk Selasih, Kabupaten Solok, Sumatera Barat.

Ketika pembentukan tim antikorupsi di ruang rapat utama Mapolres itu, AKBP. Tommy Bambang Irawan, didampingi Wakapolres, Kompol, Aditya serta para kepala Bagian dan kepala Satuan di lingkungan Polres Solok.

“Dibentuknya tim tersebut dalam rangka upaya prefentif, pencegahan dan pengawasan terjadinya kasus tindak pidana korupsi,” kata, AKBP. Tommy Bambang Irawan.

AKBP. Tommy Bambang Irawan, mengungkapkan, kerja tim antikorupsi ini tak sebatas memantau, mencegah dan mengawasi kemungkinan terjadi kasus tindak pidana korupsi di Kabupaten Solok, akan tetapi juga di dalam lingkungan Polres Solok sendiri.

“Nantinya, dalam tim anti korupsi eksternal ini, peran wartawan dan LSM, lebih kepada saling berbagi informasi dan data awal jika wartawan atau LSM menemukan atau memperoleh informasi terjadi indikasi kasus korupsi,” jelas, Kapolres.

Lebih lanjut, Kapolres juga menambahkan, jika informasi data awal adanya indikasi kasus korupsi dari wartawan dan LSM termasuk mungkin dari masyarakat umum lainnya, tapi harus memiliki bukti dan data akurat, bukan informasi yang datang dari sumber yang tak jelas asal usulnya. Entah itu di lingkungan SKPD dalam pemerintahan daerah setempat, maupun di lembaga lain termasuk dalam lingkungan Polres Solok sendiri.

“Jika masyarakat menemukan atau mengetahui ada oknum anggota Polres Solok yang lakukan pungutan liar dan lain sebagainya, bisa melaporkanya langsung kepada Kapolres,” tegas, AKBP. Tommy Bambang Irawan.

“Hal ini sebagai bentuk Polri tidak alergi dikeritik dan diawasi tindak tanduknya dalam menjalan tugas-tugas fungsinya. Karena program ini adalah untuk pengawasan dan pencegahan indikasi tindak penyalahgunaan wewenang dan kekuasaan di lingkungan Polres Solok oleh oknum anggota,” tambahnya.

Menurut Kapolres, Ini semua, dalam rangka perbaikan kinerja jajaran personel Polres Solok kedepan menuju perubahan yang lebih baik sebagai pelayan, pelindung dan pengayom masyarakat.

“Tim anti korupsi yang juga melibatkan wartawan dan LSM ini, akan bekerja berdasarkan Surat Keputusan Kapolres Solok. Kendati untuk proses tindak lanjut penanganan kasus oknum anggota yang melakukan tindak pidana atau penyalahgunaan wewenang kekuasaan dan tindakan indispliner pelanggaran hukum lainya, ditangani oleh Propam Polres Solok,” ujar, AKBP. Tommy Bambang Irawan. (Devy Abenk)

Berlangganan Berita via Email :

Wartawan Muda, menulis di sejumlah Tabloid dan Mingguan Sumatera Barat.