2 Jerigen Tuak Dan Perlengkapan Warkel di Sita Petugas Gabungan

520
E
Tim gabungan saat lakukan razia di sebuah warkel di jalan by pass Kota Solok

Kota Solok, Eksposrakyat – Petugas gabungan dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Solok, Polres Solok Kota, Kodim 0309 Solok, SubDenpom, Dinas Kesehatan dan Perdagangan Kota Solok, Kamis (2/7) gelar razia pelanggaran-pelanggaran yang terjadi dalam bulan Ramadhan di Kota Solok, Sumatera Barat.

Keamanan dan ketertiban di bulan suci Ramadhan, sepertinya menjadi prioritas utama dari Pemerintah Kota (Pemko) Solok.

Adapun sasaran dari razia gabungan tersebut, seperti gangguan-gangguan di bulan suci dengan masih beroperasinya Warung Kelambu (Warkel), Gelandangan dan Pengemis (Gepeng), Anak Jalanan (Anjal), Cafe, serta Tempat Hiburan Malam (THM) yang masih beroperasi di Kota Solok.

Selain itu razia gabungan ini juga akan menertibkan para remaja yang lakukan konvoi dan balap liar setiap sorenya menjelang berbuka, serta remaja yang menyalakan petasan di sekitar rumah Ibadah atau mesjid.

IMG_0387
Kasat Pol PP Kota Solok, Zulkarnaini

Kepala Satpol PP Kota Solok, Zulkarnaini, kepada Eksposrakyat mengatakan, petugas gabungan tersebut akan berpatroli siang dan malam, selama lima hari. Tepatnya dimulai sejak tanggal 2 juli hingga tanggal 6 juli 2015. Razia yang dimulai dari pagi pukul 08.45 wib, dilapangan petugas berhasil menemukan beberapa warung kelambu yang masih aktif di siang hari.

“Jumlah Personil Gabungan yang terdiri dari, Satpol PP 15 orang, Polres Solok Kota 8 orang, Kodim 0309 Solok 3 orang, Denpom 3 orang dan ditambah dari dinas kesehatan dan perdagangan Kota Solok,” kata, Zulkarnaini.

Saat petugas merazia sebuah warung kelambu yang berada di Jalan By Pass, KTK, petugas berhasil mengamankan 2 buah jerigen minuman keras (Miras) tradisonal jenis tuak. Selain tuak, petugas juga menyita piring-piring, gelas, sendok yang sedang digunakan oleh pelanggan warkel yang kedapatan sedang tidak berpuasa.

Zulkarnaini, juga mengungkapkan, razia gabungan yang dikoordinasikan oleh Pol-PP tersebut, telah banyak merazia warkel-warkel di seluruh Kota Solok selama Ramadhan.

“Sebelumnya Satpol-PP juga telah melakukan razia seperti, tapi ternyata masih banyak warkel yang membandel. Seperti saat kita melakukan razia gabungan ini, masih saja warung ini menggelar dagangannya, bahkan juga menjual miras jenis tuak. Untuk miras jenis tuak yang disediakan warkel, kami sita,” ungkap, Zulkarnaini.

Selain itu, Zulkarnaini, juga menjelaskan, selain warung kelambu, pihaknya juga merazia gepeng dan anjal yang kedapatan sedang mangkal di sudut kota atau perlintasan lampu merah.

“Tapi saat tim melakukan razia satu hari tadi, gepeng dan anjal tidak terlihat, tapi petugas akan terus melakukan pengawasan,” jelas, Zulkarnaini.

Sewaktu tim gabungan merazia salah satu Warkel yang menyediakan nasi, lauk pauk, dan kopi di jalan By Pass, Petugas gabungan sempat perang mulut dengan pedagang pemilik warkel tersebut. Petugas merasa pedagang warkel tersebut keras kepala, karena sebelumnya petugas sudah memberikan peringatan pertama tetapi tak digubris.

Tapi menurut pedagang tersebut, warkelnya tak menggangu masyarakat karena ditutup rapat. Meskipun sudah kedapatan ada pelanggan yang sedang menikmati hidangannya pada siang hari di bulan ramadhan. Pedagang tersebut tetap tak mau mengalah, sampai pada akhirnya petugas menyita alat-alat berdagangnya seperti piring, gelas, sendok serta peralatan lainya yang mendukung warkel tersebut tetap buka.

“Kalau tak punya wadah untuk menyajikan makanannya, otomatis warkelnya tutup, makanya kita sita. Untuk Cafe malam yang ada di Kota Solok, sampai saat ini masih mematuhi perintah dan tidak beroperasi,” ujar, Zulkarnaini. (Devy Abenk)

Berlangganan Berita via Email :

Wartawan Muda, menulis di sejumlah Tabloid dan Mingguan Sumatera Barat.