Pengelola Parkir Pasar Raya Solok Seenaknya Ambil Akses Jalan

493
1
pengelola parkir yang juga adik kandung Walikota Solok, Irzal Ilyas

Kota Solok, Eksposrakyat – Pengelola parkir inti di lokasi depan pos Satpam Pasar Raya Solok, Sumatera Barat, Sabtu (4/7) terlihat dengan seenaknya memakirkan kendaraan roda dua, dengan memakai akses jalan masuk untuk pengunjung yang akan berbelanja di pasar itu.

Dengan dipakainya akses jalan oleh pengelola parkir tersebut, sehingga terganggunya keluar masuk para pengunjung . Dan ini membuat kondisi pasar jadi semberawut .

Ketika Eksposrakyat menelusuri dilapangan memang terlihat jelas pengelola parkir, seperti tidak peduli dengan persoalan ini, bahkan terkesan cuek saat Eksposrakyat mengambil gambar untuk dokumentasi bagaimana kondisi sebenarnya di parkiran tersebut.

2
akses jalan pengunjung pasar yang secara sepihak digunakan untuk lahan parkir oleh pengelola pemenang tender parkir

Bahkan, Eksposrakyat, coba menemui salah seorang petugas Pasar Raya, yang kebetulan ada di dekat lokasi parkiran. Tetapi nampaknya petugas tersebut agak sungkan untuk menanggapi persoalan ini, karena kebetulan pemenang tender pengelolaan parkir inti depan pos satpam tersebut adalah adik kandung dari Walikota Solok, Irzal Ilyas.

“Kami sudah menyampaikan kepada pengelola parkir agar jangan mengambil jalan akses masuk untuk lokasi parkiran, tapi mau bagaimana lagi, karena kebetulan pengelola parkir adalah adik dari Walikota sekarang yang masih menjabat, hal tersebut membuat kami jadi serba salah,” ungkap, ARD, petugas pasar yang mohon namanya tidak disebutkan.

Sementara banyak masyarakat mengeluh, karena dengan seenaknya pengelola parkir menaikkan tarif parkir dari yang biasanya hanya RP.1000,- sekarang menjadi Rp.2000,- untuk kendaraan roda dua di lokasi parkir tersebut.

“Saat kami coba protes kenapa tarif parkir naik, malah di jawab oleh petugas parkir kepada saya seperti ini ‘ kalau tidak mau bayar tarif sebanyak Rp.2000, silahkan cari lokasi parkiran lain’, jadi terpaksalah saya bayar saja sebanyak Rp.2000, tersebut daripada jadi ribut,” ujar, Fitria (35) pengunjung pasar kepada Eksposrakyat.

“Kami dari masyarakat minta kepada pihak pemerintah untuk bisa menanggapi persoalan ini, terutama untuk bapak-bapak Wakil kami masyarakat yang duduk di DPRD, coba lihat persoalan ini langsung ke lapangan, jangan hanya bicara saja,” tambahnya. (Devy Abenk)

Wartawan Muda, menulis di sejumlah Tabloid dan Mingguan Sumatera Barat.