Kematian Aji Ramadhan di RSU dr. Slamet Garut, Malpraktek?

394

Permohonan maaf, sejatinya menjadi momen yang indah dan mengharukan apalagi disaat masih suasana  lebaran. Namun permintaan maaf yang disampaikan Rumah Sakit Umum (RSU) Dr. Slamet Garut pada tanggal 15 Juli 2015 kepada keluarga pasien Aji Ramadan (15 tahun) yang meninggal 25 Mei 2016 silam di justru makin membuat luka dan kesedihan makin menganga. Pasalnya, permintaan maaf itu dirasakan datang terlambat sementara surat komplain dan minta pertanggungjawaban keluarga atas meninggalkan Aji Ramadhan di RSU Dr. Slamet sudah dilayangkan dua bulan silam.

Mengutip surat dan data yang diterima Eksposrakyat serta sudah dilayangkan pihak keluarga Aji Ramadan ke pihak RSU Slamet pada tanggal 4 Juni 2016 yang ditandatangi Orang Tua Aji Ramadan, Ketua RT/RW dan Kepala Desa Jayaraga menjelaskan bahwa meninggalnya Aji Ramadan diduga karena pemberian obat dosis tinggi tidak sesuai peruntukkannya. Akibat sesudah obat yang dimakan habis reaksinya menimbulkan mata merah terus mengalami kebutaan dan timbul infeksi berupa bisul bernanah di bagian bibir atas bawah langsung ke wajah hitam-hitam terbakar dengan mengeluarkan cairan sampai kulitnya melepuh serta dari mulutnya keluar darah segar.

“Kami langsung konsultasi ke dokter ahli syaraf yang bernama dr. Bunga dan dr. Sofi yang memberikan resep obat tersebut,”

Jawaban dari kedua dokter tersebut, itu hanya reaksi alergi dan sekarang sudah ditangani oleh dokter kulit, saya laporakan juga anak itu sekarang lagi kritis malah kata dokter kulit ini obat reaksinya sudah sampai ke ulu hati kemungkinan sulit untuk disembuhkan.

Sementara jawaban dari dokter ahli syaraf, anak ini sudah ditanggung jawab oleh dokter kulit, saya sudah tidak punya kewenangan lagi untuk check up. Selang beberapa saat, dari ruangan Topaz dikabari kalau pasien yang bernama Aji Ramadan sudah meninggal dalam kondisi mengerikan.

“Kami pihak keluarga tidak menerima atas kematiannya maka dari itu pihak RSU dr. Slamet Garut harus mempertanggungjawabkannya,” bunyi surat itu tegas.

Terkait dengan hal ini, pihak RSU dr. Slamet yang diwakili Kasubag Informasi dan Hukum Iwa Kartiwa, SKM membenarkan adanya surat yang dilayangkan oleh keluarga pasien Aji Ramadan (alm, red).

“Memang betul ada surat dari keluarga pasien yang bernama Aji mempertanyakan tentang mekanisme pengobatan,” ujar Iwa saat dikonfirmasi di ruangannya (01/7/2016).

Karena ini di ranah pelayanan, lanjut Iwa, pihaknya telah mengkonfirmasi ke bagian pelayanan dan telah membuat kronologis pasien Aji Ramadan dari mulai pengobatan rawat jalan, dirawat inap sampai ke meninggalnya di RSU dr. Slamet. Untuk selanjutnya secara formalnya sudah dibuat oleh tim medis dan sudah dikoordinasikan dengan direktur mengagendakan berkoordinasi dengan pihak keluarga.

“Pihak kami belum sempat untuk menemui keluarga karena adanya keterbatasan terutama ini bulan puasa, rencananya bulan syawal mau mendatangi keluarga,” ujar Iwa.

Ketika ditanya ada tidaknnya indikasi malpraktek atau kelalaian dalam proses pengobatan terhadap pasien meninggal Aji Ramadan, Iwa menjawab, dengan adanya peristiwa ini pa direktur sudah menginstruksikan kepada bagian layanan medis untuk membuat kronologis.

“Adapun jika ada tuduhan malpraktek, yaa seyogyanya hal itu harus dikaji dan bisa kita bicarakan dengan duduk bersama,” katanya.

Sementara itu, Kades Jayaraga Kusna Husdana yang dikonfirmasi terkait hal ini merasa ikut prihatin dan menyesalkan atas terjadinya kematian salah satu warganya yang mengenaskan tersebut.**(

Berlangganan Berita via Email :

Berita Rakyat| Transformasi Citizen Journalist Indonesia