168,04 Ha Kawasan Kumuh Di Solok, Akan Ditangani Program Kotaku

138

Kota Solok, Eksposrakyat – Kawasan permukiman kumuh di Kota Solok cukup luas yakni mencapai 168,04 Ha, tersebar  di dua Kecamatan yang ada di kota Beras Serambi Madinah ini, hal tersebut berdasarkan data dari Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Solok.

Persoalan tersebut merupakan pekerjaan yang tidak ringan untuk menjadikannya nol. Salah satu metode menurunkan kawasan kumuh tersebut, dilakukan dengan cara pemberdayaan masyarakat atau dengan program Kotaku (Kota Tanpa Kumuh), yang mana adalah program yang dilaksanakan secara nasional di 269 kota/kabupaten di 34 propinsi dan salah satunya di Kota Solok.

“ Dimana kondisi pembangunan pemukiman di Indonesia masih dibawah sasaran Milenium Development Goals (MDGs). Berdasarkan data Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, di Indonesia masih terdapat 37.403 Ha, kawasan kumuh yang tersebar diberbagai kota di Indonesia, termasuk Kota Solok,” ungkap, Walikota Solok, H. Zul Elfian, Senin (5/12) diruang kerjanya kepada Eksposrakyat.

Oleh karena itu, lanjut Walikota, dalam rangka menjawab tantangan tersebut, pemerintah telah merumuskan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) peride 2015-2019, yang mengamanatkan bahwa pembangunan infrastruktur bidang Cipta Karya ditujukan untuk mewujudkan peningkatan akses penduduk terhadap lingkungan pemukiman yang berkualitas.

“ Oleh karena itu, pemerintah bersama masyarakat dan kelompok peduli lainnya harus berkolaborasi dalam mewujudkan sebuah kota tanpa kawasan kumuh dengan akses air minum yang memadai dan akses sanitasi yang layak. Tujuan dari program ini tidak hanya sekedar membangun infrastruktur, melainkankan juga untuk merubah prilaku masyarakat untuk selalu bersih, sehat dan produktif.  Termasuk perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), yang mendukung upaya mencapai target 100-0-100 pada tahun 2019,” kata,  Zul Elfian.

Walikota juga menambahkan, pada tahun 2015 telah di susun dokumen Rencana Kawasan Permukiman Kumuh Perkotaan (RKPKP) sebagai tindak lanjut dari rencana penanganan kawasan kumuh di Kota Solok.  Dokumen tersebut telah selesai dan menjadi acuan dalam penanganan kawasan kumuh pada tahun 2015 dan 2016.

“ Seiring berjalan waktu ternyata persoalan kumuh tidak bisa hanya di atasi dengan penanganan saja, namun harus juga dilakukan serangkaian kegiatan pencegahan. Seperti dengan merubah prilaku masyarakat untuk selalu bersih, sehat dan produktif,” tambah, Zul Elfian.

Sementara secara terpisah, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Solok, Ardi Safwan mengatakan, dimana permasalahan permukiman di Kota Solok, terletak pada keteraturan bangunan, drainase permukiman, pengelolaan air limbah rumah tangga yang masih tercampur ke dalam drainase, proteksi kebakaran dan pengelolaan sampah.

“Adapun seluruh data kawasan kumuh di Kota Solok, mencapai total 168,04 Ha. Dimana, luas kawasan kumuh di Kota Solok cukup luas dan penanganannya harus melibatkan semua pihak, terutama ditingkat masyarakat. Seperti pemberdayaan masyarakat, sehingga indikator RPJM Nasional atau RPJMD Kota Solok dapat tercapai,” ujar, Ardi Safwan. (Devy Abenk)

 

Berlangganan Berita via Email :

Wartawan Muda, menulis di sejumlah Tabloid dan Mingguan Sumatera Barat.