• January 15, 2026

TPID Sumatera Selatan Sambangi Kabupaten Solok Untuk Jalin Sinergi Pengendalian Inflasi

Eksposrakyat.com – Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Sumatera Selatan berkunjung ke daerah berjuluk “Solok Nan Indah” dalam rangka penjajakan kerja sama pengendalian inflasi, Selasa (24/06/ 2025) di Bangsal Pasca Panen Bawang Merah, Alahan Panjang, Kabupaten Solok, Sumatra Barat.

Kunjungan TPID Sumatra Selatan (Sumsel) ini kembali menunjukkan kiprah Kabupaten Solok sebagai lumbung pangan strategis di Sumatra Barat.

Rombongan TPID Sumsel yang terdiri dari berbagai unsur strategis, mulai dari TPID provinsi dan kabupaten dan kota, Bank Indonesia, hingga para distributor komoditas pangan yang ada di daerah tersebut.

Rombongan TPID Sumatera Selatan disambut hangat oleh jajaran TPID Kabupaten Solok di bawah koordinasi Sekretaris TPID, Yosi Agusta. Turut hadir dalam penyambutan, Kepala Dinas Perhubungan, M. Djoni, Kepala Dinas Perikanan dan Pangan, Syoufitri, Kadis Kominfo, Teta Midra, Kabag Kerjasama, Elfian Hart, Ketua Kelompok Tani Muaro Datau Diateh, Amri Ismail, Champion Bawang Merah Indra Wardi, serta perwakilan OPD terkait lainnya.

Sekretaris TPID Kabupaten Solok, Yosi Agusta dalam sambutannya memperkenalkan potensi unggulan Kabupaten Solok sebagai daerah agraris yang sangat kaya hasil pertanian. Ia menyampaikan bahwa Kabupaten Solok surplus dalam tiga komoditas utama, beras, bawang merah, dan cabai merah.

“Produksi cabe merah kita mencapai surplus 77 persen, hanya 23 persen yang dikonsumsi masyarakat lokal. Begitu juga bawang merah, dari 216 ribu ton per tahun, hanya 11 ribu ton atau sekitar 5 persen yang dikonsumsi masyarakat Kabupaten Solok,” ungkap, Yosi Agusta.

“Sementara untuk beras, 80 persen dari total produksi Kabupaten Solok bahkan dikirim ke luar Sumatra Barat,” tambahnya menerangkan.

Sekretaris TPID Kabupaten Solok, Yosi Agusta juga mengatakan, bahwa dengan kondisi surplus tersebut, Kabupaten Solok siap menjalin kemitraan antar daerah untuk mendukung stabilitas pasokan dan harga pangan di daerah lain, termasuk Sumatera Selatan.

“Sebagai daerah surplus, tentu kami terbuka untuk bekerja sama dengan daerah-daerah yang mengalami kekurangan pasokan. Kami sudah menjalin kerja sama dengan Provinsi Riau, Kota Pekanbaru, dan beberapa kabupaten/kota lainnya,” sebut, Yosi Agusta.

Sementara itu, Ketua Rombongan TPID Sumatera Selatan, Iis menyampaikan, bahwa kunjungan mereka bertujuan mencari opsi kerja sama langsung antara distributor Sumsel dan petani di Solok, terutama dalam pengadaan bawang merah dan cabai merah.

“Kami ingin distributor di Sumsel bisa membeli langsung dari petani. Selain memangkas mata rantai distribusi, cara ini juga diharapkan menekan harga sampai ke konsumen di Sumatera Selatan,” sebut, Iis.

Ketua Rombongan TPID Sumsel itu juga membuka ruang bagi para distributor untuk menjalin pendekatan langsung dengan kelompok tani di Kabupaten Solok, sehingga ke depannya dapat terjalin hubungan bisnis yang berkelanjutan dan saling menguntungkan.

“Kami berharap, kunjungan ini menjadi langkah awal menjanjikan dalam menciptakan kolaborasi lintas provinsi yang konkret, demi mengendalikan inflasi dan memastikan ketersediaan pangan yang stabil dan terjangkau bagi masyarakat,” ujar, Iis tutup sambutannya. (kmnf.kab.slk/rey)

 

 

Read Previous

Bupati Solok Jon Firman Pandu Hadiri Wisuda Tahfidz Qur’an Pondok Tahfiz Al Kahfi di Nagari Surian

Read Next

Bupati Jon Firman Pandu Lantik Pengurus Dekranasda Kabupaten Solok Periode 2025 – 2030

Leave a Reply

Most Popular